Nganjuk, 29 Agustus 2026 — Suasana hangat, penuh kebersamaan, dan kegembiraan menyelimuti Masjid Mas Mansyur LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk pada Sabtu sore (29/8/2026). Tepat pukul 15.30 WIB, keluarga besar LKSA berkumpul untuk mengikuti Pembukaan Tarbiyatul Mar’ah ‘Aisyiyah (TMA) Kelas Ula, sebagai bagian dari ikhtiar pembinaan dan kaderisasi generasi muda di lingkungan ‘Aisyiyah.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Nganjuk, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Majelis Kesejahteraan Sosial ,pengurus LKSA, kepala LKSA, pengasuh putra dan putri, staf, serta seluruh anak asuh putra dan putri.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah dan Mars ‘Aisyiyah, yang semakin membangkitkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap persyarikatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu anak asuh.
Senyum dan antusiasme anak-anak asuh tampak menghiasi kegiatan sore itu. Suasana pembukaan tidak hanya berlangsung secara formal, tetapi juga terasa akrab dan kekeluargaan. Kehadiran para pimpinan, pengurus, pengasuh, dan seluruh anak asuh menjadi energi positif bagi dimulainya proses pembinaan TMA di lingkungan LKSA.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, Ibu Tutik Murdiati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan TMA. Beliau berharap TMA dapat menjadi bagian penting dalam proses pembinaan anak asuh sehingga kelak mereka mampu menjadi kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang meneruskan estafet perjuangan persyarikatan.
“Semoga ke depan anak-anak asuh bisa menjadi kader-kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sehingga dapat meneruskan estafet kepemimpinan di tingkat cabang maupun ranting.”
Selanjutnya, Koordinator Majelis Pembinaan Kader, Ibu Qudrotul Bahiroh, bersama Ibu Fajarika Lusmaya dari Majelis Pembinaan Kader dan Tim TMA PDA Nganjuk, memberikan sosialisasi mengenai Tarbiyatul Mar’ah ‘Aisyiyah.
Disampaikan bahwa TMA merupakan salah satu bagian dari proses pembinaan kader yang dilaksanakan secara bertahap melalui tiga jenjang, yaitu Kelas Ula, Wustho, dan Ulya.
Kelas Ula diperuntukkan bagi pelajar atau peserta pemula sebagai tahap awal mengenal dan memahami nilai-nilai keislaman serta ke-‘Aisyiyahan. Selanjutnya, Kelas Wustho memberikan pembinaan yang lebih mendalam, termasuk bekal dalam kehidupan berkeluarga. Sementara itu, Kelas Ulya diarahkan pada pembinaan kader yang dipersiapkan untuk memiliki kapasitas kepemimpinan di lingkungan ‘Aisyiyah.
Penguatan juga disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, Ibu Umi Anjar Rokhmatin. Beliau menekankan pentingnya pemahaman mengenai perempuan dalam perspektif Islam. Pendidikan tersebut, menurutnya, bukan hanya penting bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kedudukan, peran, tanggung jawab, dan pendidikan perempuan dalam Islam.
Puncak kegiatan ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan TMA Kelas Ula secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, Ibu Novita Rulli Rokhmawati.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pembinaan Kader dan seluruh pihak yang telah berikhtiar mewujudkan amanah persyarikatan melalui penyelenggaraan TMA di lingkungan LKSA.
Beliau juga mengaitkan semangat pembinaan tersebut dengan cita-cita ‘Aisyiyah dalam membangun kehidupan masyarakat dan bangsa. TMA diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus menumbuhkan semangat perjuangan, sebagaimana pesan yang terkandung dalam Mars ‘Aisyiyah.
Kepada seluruh anak asuh, beliau memberikan motivasi agar mengikuti TMA dengan penuh semangat, kesungguhan, dan kegembiraan. Belajar dan berproses dalam kaderisasi hendaknya tidak menjadi sesuatu yang terasa berat, tetapi menjadi perjalanan yang menyenangkan untuk mengenal Islam, memahami persyarikatan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan.
Lebih dari sekadar kegiatan pembelajaran,
TMA diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak asuh untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Pembinaan yang dilakukan secara bertahap diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman keislaman yang baik, berakhlak mulia, mandiri, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat dakwah dan pengabdian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa yang dipimpin oleh Ibu Qudrotul Bahiroh. Anak-anak asuh mengikuti kegiatan dengan antusias, menjadikan suasana sore itu semakin hidup dan penuh keakraban.
Pembukaan TMA Kelas Ula tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk. Kehadiran pimpinan, pengurus, pengasuh, staf, dan seluruh anak asuh menunjukkan adanya dukungan dan komitmen bersama terhadap proses pembinaan serta kaderisasi generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara PDA ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, Majelis Pembinaan Kader, majelis terkait, dan LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk dalam menjalankan pembinaan kader secara berkelanjutan.
Sore itu, TMA Kelas Ula resmi dimulai. Dari Masjid Mas Mansyur LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk, langkah kecil menuju masa depan kader telah dimulai.
Dengan ilmu, akhlak, semangat kebersamaan, dan kegembiraan, anak-anak asuh terus dibimbing untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang siap berkhidmat bagi umat, persyarikatan, dan bangsa.
Dari LKSA, kaderisasi tumbuh.
Dari anak-anak hari ini, harapan ‘Aisyiyah untuk masa depan terus menyala.




