Surabaya, 15 Mei 2026 — Sebagai upaya peningkatan dan peneguhan Majelis Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan Sosial dan Lembaga Kesejahteraan Sosial di lingkungan Nganjuk Maka Kepala LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk dan Ketua MKS mewakili Majelis Kesejahteraan Sosial Kabupaten Nganjuk mengirimkan 2 orang untuk berpartisipasi dalam gelaran (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar kegiatan Up Grading Pengelolaan Amal Usaha Sosial Muhammadiyah pada tanggal 15–17 Mei 2026 bertempat di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Surabaya.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, profesionalisme pengelolaan, serta semangat pelayanan sosial Muhammadiyah di tengah dinamika dan tantangan masyarakat yang terus berkembang.
Sebanyak 35 kabupaten dan kota di Jawa Timur perwakilan pengelola Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSOS) dari berbagai daerah di Jawa Timur ini menghadirkan forum pembelajaran, penguatan manajemen, serta konsolidasi gerakan sosial Muhammadiyah agar semakin adaptif, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Hadir memberikan sambutan, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, M. Khoirul Abduh, menegaskan bahwa Amal Usaha Sosial Muhammadiyah harus terus berkembang menjadi lembaga pelayanan umat yang unggul, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Amal Usaha Sosial Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang dikelola secara profesional, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Spirit pelayanan sosial adalah bagian dari dakwah Muhammadiyah untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan Up Grading ini secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, MM. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya transformasi pengelolaan lembaga sosial Muhammadiyah agar semakin modern, responsif, dan berorientasi pada keberlanjutan pelayanan.
Menurut Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen ini, tantangan sosial saat ini membutuhkan tata kelola lembaga yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta kemampuan membangun jejaring kolaborasi yang luas.
“Muhammadiyah memiliki tradisi panjang dalam pelayanan sosial. Karena itu, pengelolaan Amal Usaha Sosial harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan tata kelola yang profesional agar mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua MPKS PWM Jawa Timur, Muhammad Himawan Sutanto M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelayanan sosial Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan di Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi manajerial, tetapi juga memperteguh komitmen ideologis dan kemanusiaan dalam mengelola Amal Usaha Sosial Muhammadiyah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi strategis terkait tata kelola lembaga sosial, penguatan kelembagaan, manajemen pelayanan sosial, pengembangan jejaring, hingga strategi inovasi layanan sosial berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi gerakan sosial Muhammadiyah untuk terus menghadirkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan memberi solusi nyata bagi persoalan sosial masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Muhammadiyah Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor gerakan sosial yang mencerahkan dan memberdayakan umat menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.


