Anak asuh LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk turut menghadiri kegiatan Kajian Ahad Pagi Fajar Mubarok yang diselenggarakan pada Ahad, 11 Januari 2026 M bertepatan dengan 22 Rajab 1447 H, bertempat di SMAM 1 Muhammadiyah. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlangsung dengan penuh khidmat.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Bapak Juwari. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan laporan perkembangan tanah wakaf Muhammadiyah yang berada di wilayah Morobau. Selain itu, beliau juga menyampaikan agenda pelatihan kader muda yang akan diselenggarakan oleh Majelis Tabligh, sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang akan datang dalam waktu dekat.


Sambutan iftitah disampaikan oleh Bapak Fatah dari Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beliau mengulas pentingnya penguatan ekonomi, bisnis, dan pariwisata dalam gerakan Muhammadiyah. Disampaikan bahwa Muhammadiyah menjadi besar karena kekuatan jaringan, dan bukan karena besarnya modal atau kemampuan finansial semata, melainkan karena keberhasilan anggota dan warga Muhammadiyah dalam membesarkan amal usaha di daerah masing-masing.


Pada acara inti, kajian disampaikan oleh Profesor Muhajir Effendi. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa pondasi utama Muhammadiyah terletak pada tiga pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Beliau juga menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah digerakkan oleh para saudagar. Saat berdakwah, KH. Ahmad Dahlan dikenal membawa batik dan hasil polowijo, di mana sebagian keuntungannya digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah.


Lebih lanjut, Prof. Muhajir Effendi menyampaikan QS. Al-Furqan ayat 63 :

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Artinya:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata kasar), mereka mengucapkan kata-kata yang damai.”

sebagai dalil dalam menyikapi perlakuan tidak menyenangkan atau perundungan, dengan meneladani Rasulullah ﷺ sebagai wasilah dan contoh utama. Kajian juga diperkuat dengan penjelasan QS. Asy-Syarh ayat 1 sampai 3, yang menggambarkan proses dan perjalanan Nabi Muhammad ﷺ hingga diangkat menjadi Rasul.


Keikutsertaan anak asuh LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Nganjuk dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan keislaman, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat berkemuhammadiyahan sejak dini.

By zuhdi

Kepala LKSA Panti Asuhan 'Aisyiyah Kabupaten Nganjuk